Warga Padati Festival Purwakarta Gianyar

0

purwakartakab.go.id

IMG_0417

(Purwakarta) – Misi budaya yang dibawa bupati Dedi Mulyadi dalam membangun purwakarta, nampaknya mendapat dukungan warganya. Berbagai event bertajuk kebudayaan selalu tak minim pengunjung saat digelar. Seperti Sabtu malam kemarin, 14 Maret 2015 saat digelar festival purwakarta Gianyar yang menampilkan pagelaran tari kolosal Prabu Siliwangi di Bale Maya Datar Alun-alun purwakarta, ribuan warga memadati pertunjukan itu.

Walau gerimis malam itu, namun nampaknya pengunjung tak bergeming untuk segera menyudahi menyaksikan cerita dibalik tarian khas pulau dewata. Bukan sekedar pertunjukan tarian yang ingin mereka ketahui, namun mereka mengaku selalu ada makna yang bisa diambil dari setiap pagelaran budaya yang dihadirkan bupati Dedi Mulyadi.

Seperti halnya Enung Tuti (27), ibu dua anak warga Jatiluhur ini mengaku selalu hadir membawa serta anaknya jika ada pagelaran budaya di kotanya. Menurutnya, pagelaran seni budaya yang ditampilkan harus punya nilai pelajaran yang bisa dijadikan teladan dalam hidup, bukan sekedar tontonan saja. Dan ini menurutnya sering didapatnya dalam setiap pagelaran di purwakarta.
“Ia, saya perhatikan setiap event yang pa Dedi gelar pasti punya misi dan makna sangat baik yang tersirat didalamnya. Malam ini saja selain bisa lihat seniman asli asal propinsi Bali, juga ada kesamaan cerita masa lalu antara Bali dan Sunda yang mengakui keluhuran hidup santun orang Sunda yang ditampilkan dalam tarian kolosal Prabu Siliwangi ini. Ini bagus menambah optimisme saya sebagai orang Sunda yang ramah, orang Bali juga ternyata mengakuinya” jelas mantan aktivis keagamaan di purwakarta ini.

Beda lagi dengan Mr. L.A.N Fiddes, seorang turis Australia yang sengaja datang mengamati kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Bule yang lama tinggal di Bali sejak 1999 ini mengaku sangat mengapresiasi budaya Sunda yang dinilainya cukup bersahaja dan ramah. Menurutnya keluhuran budaya yang ada di Indonesia dibingkai dalam satu bendera yakni merah putih patut dicontoh oleh siapapun.
“disini benar-benar luar biasa, di purwakarta orangnya ramah, familiar murah senyum dan itu sangat jarang terjadi di Australia, untuk pementasan saya acungi jempol kolaborasi yang benar-benar mengagumkan terlebih mereka baru pertama kali latihan benar-benar luar biasa.” Pungkasnya.

Pagelaran Tari kolosal Prabu Siliwangi diperankan oleh 113 seniman dari Sanggar Tari Paripurna Bona Gianyar Bali yang sengaja datang bersama bupatinya Anak Agung Gede Agung Bharata. selain seniman dari Bali, Tariannya juga dikolaborasi dengan seniman purwakarta. Kolosal ini menceritakan kisah perang bubat yang diangkat dari versi orang Bali dalam kitabnya Sundayana.

Hadir dalam pagelaran itu selain bupati purwakarta dan Gianyar, ada juga tokoh kontroversi Farhat Abbas dan pasangannya Regina. Iwan Piliang, Muspida, wakil bupati dan pejabat Pemkab purwakarta.

Humas Setda Purwakarta.

Share.

About Author

Leave A Reply